Summer Love - So Junghwan of TREASURE

 


Hari ini, Aiko diberi kabar jika berkas yang ia ajukan untuk mengikuti pertukaran pelajar selama periode summer di Korea disetujui oleh kampus. 

"Kak Asa!" Aiko berlari memasuki kamarnya untuk memberikan kabar baik yang ia miliki pada sang kakak.

Yang diseru namanya menoleh ke arah pintu yang dibuka dengan tidak etisnya. Asahi menautkan alis melihat ekspresi bahagia yang ditunjukkan adiknya. 

"Kenapa? Happy banget kayaknya."

"Hehe!"

Diberi respon seperti itu, Asahi mengendikkan bahu dan kembali menatap komputernya.

"Kak Asa, ih!" Aiko menarik bahu sang kakak sehingga kursi putar yang Asahi duduki berhasil berbalik ke arah perempuan itu.

Asahi menggelengkan kepala dengan ekspresi bertanya, "Ada apa adikku tercinta?"

"Pengajuan berkasku lolos, dong!" Aiko berucap dengan senyum lebarnya.

"Berkas apa?" bukan. Bukan Asahi tak peduli dengan apa saja yang dilakukan adiknya, namun beberapa waktu belakangan dirinya memang lebih sering mengunci diri karena tengah fokus pada project musiknya.

Aiko mendengus, "Tiga bulan lalu aku ngajuin buat ikut pertukaran pelajar periode summer di Korea, dan hari ini berkasnya udah disetujui oleh kampus, Kak Asahi."

Asahi terkejut, "Wah, selamat!" ia tarik pelan tubuh sang adik untuk dipeluk, tak lama karena ia mendapat bisikan jika Aiko harus segera mempersiapkan segalanya sebelum keberangkatan bulan depan.

"Jadi, mau belanja hari ini?"

Aiko mengangguk, masih dengan senyum di wajahnya.

Asahi ikut mengangguk. "Kalo gitu Kakak siap-siap dulu. Kamu tunggu aja di bawah sambil siapin list apa aja yang perlu dibeli."

"Okay, Kak!" 

 ⛅

Siap sudah semuanya dan hari ini jadwal Aiko untuk berangkat menuju Korea. Aiko dan Asahi sudah sampai di bandara dan selesai mengecek semua berkas dan barang bawaan. Keberangkatan Aiko masih satu jam lagi ia habiskan untuk makan dan bermanja sebentar dengan sang kakak.

"Kamu nanti baik-baik ya disana. Walau banyak temennya, tetep harus fokus sama tujuan disana." Asahi mengusap sayang kepala sang adik yang bersandar di bahunya. "Jangan lupa kabarin Kakak juga!" Tangannya menarik pelan pipi sang adik yang dibalas dengusan.

"Iya, Kakak~"

Aiko mengeratkan peluknya. Tak menyangka jika akan tiba masa ketika ia harus berpisah dengan sang kakak—meski bukan untuk waktu yang lama.

"Kalo kangen telpon aja, perbedaan waktu kita gak begitu lama, kok." 

Asahi memahami kekhawatiran sang adik karena ia telah lebih dulu mengalami perasaan tersebut ketika dulu harus berkuliah di luar kota dan berpisah dari keluarga empat tahun lamanya.

"Kalo bisa nanti bawa gandengan dari sana, ya~" Asahi menyenggol pelan bahu sang adik diiringi tawa.

"Hm, aku bakal cari yang lebih dari Kak Asa pokoknya!" seru Aiko.

"Iya deh, iya." Asahi mengusap kepala sang adik kemudian menarik tubuhnya untuk dipeluk lebih erat.

 Pesawat yang ditumpangi Aiko dan teman-temannya mendarat dengan selamat di Bandara Incheon setelah menempuh perjalanan hampir delapan jam lamanya. 

Pergi mengurus bagasi satu persatu sebelum kembali ke asrama, Aiko kehilangan notebooknya yang berisi catatan kegiatan selama berada di Korea.

Ia panik. Sedangkan teman-temannya yang sudah bersiap menuju asrama menatap bingung ke arahnya. 

Aiko berlari menghampiri salah satu dari mereka. "Kalian duluan aja, barangku ada yang keselip kayaknya." ia tertawa canggung karena merasa tak enak melihat ekspresi lelah teman-temannya.

Setelah memastikan mereka menaiki taksi, ia kembali masuk ke dalam bandara dan membongkar barang-barang yang ia tumpuk di atas kursi tunggu sambil mengingat-ingat dimana terakhir kali ia meletakkan notebooknya.

Aiko hampir menangis sekarang. Sungguh malang jika bahkan belum satu hari dirinya berada di Korea, ia sudah harus kehilangan barang kesayangannya.

Aiko menjatuhkan diri ke lantai, dirinya terduduk depan kepala menunduk. 

"Kak Asa, huhu.." tangisnya lirih. 

Mungkin karena itu pula dirinya dihampiri oleh seorang lelaki dengan tinggi hampir 180 centi yang menatap bingung ke arah dirinya.

"Cheogi..?" (permisi..?)

Aiko mengangkat kepala, ikut menatap bingung pada lelaki di hadapannya dengan masih berurai air mata.

Ia bangkit dari posisinya sambil mengusap pipi, "Ah, sorry. I lost my stuff when i got here."

Lelaki itu mengangguk paham, pendatang ternyata..

"May i help you?" tawarnya.

Aiko terkejut. Karena dari perawakannya, lelaki itu tak nampak seperti pendatang baginya. 

"Apa yang hilang? Mungkin aku bisa bantu cari." ucap lelaki itu lagi.

Aiko mengangguk cepat, "Aku kehilangan notebook milikku. Dia berwarna biru dengan stiker beruang di sisi kanan sampulnya." ia menjelaskan benda yang ia maksud sebaik mungkin agar lelaki itu memahami kalimatnya.

Dan ketika lelaki itu mengangguk, Aiko menghembuskan napasnya lega.

Mereka berpisah sebentar untuk kembali mencari barang yang Aiko maksud. Hingga tigapuluh menit kemudian, keduanya kembali ke lokasi yang sama dengan tangan lelaki itu menenteng sesuatu.

"Aku tadi bertanya pada petugas bandara dan mereka bilang ada beberapa barang penumpang yang tertinggal di pesawat dan dikumpulkan di meja informasi." lelaki itu mengulurkan sebuah buku bersampul biru dengan stiker beruang seperti yang Aiko maksud. "Apakah ini milikmu?"

Aiko mengangguk dan meraih benda itu cepat untuk dipeluk. 

"Terimakasih, terimakasih banyak!" ucapnya yang dibalas senyuman.

"What are you doing here? For holiday or.." lelaki itu bertanya.

"No. I'm here for student exchange at X University." balas Aiko.

"Wow!" lelaki itu berseru. "For summer program?

Aiko mengangguk. 

"That's great!" lelaki itu tersenyum. "Aku berkuliah di kampus yang sama. Mungkin jika nanti kamu butuh bantuan, kamu bisa mencariku." Lengannya terulur untuk bersalaman, "Aku Junghwan, So Junghwan. Ayo berteman."

Aiko membalas uluran tangan itu sambil tersenyum. "Aku Aiko, dari Indonesia. Ayo berteman, Junghwan."

Dan setelah hari itu, Aiko belajar banyak dari Junghwan. Terkait perkuliahan, Bahasa Korea, juga tempat-tempat yang biasa dituju ketika musim panas datang yang membuat hubungan keduanya semakin dekat dari hari ke hari.

Dan mungkin karena hari itu juga, hangatnya udara musim panas berhasil menyentuh hati keduanya. Sehingga ketika tiba waktunya bagi mereka untuk berpisah, keduanya berjanji untuk tetap menjaga hubungan ini dengan baik dan bertemu kembali suatu saat.

You were my summer love, always will be my summer love..

FIN.

p.s Happy (belated) Birthday, So Junghwan. 

Komentar

Postingan Populer