White Converse - Yoon Jaehyuk of TREASURE


Kisah bermula ketika Jaehyuk—lelaki tinggi pemilik senyum cerah— dengan setelan kemeja, celana dasar dan sepatu converse putih yang melekat di kedua kaki jenjangnya duduk di kursi tunggu yang disediakan panitia ujian SBMPTN kotanya kala itu. Jaehyuk mendudukkan diri dengan tenang sambil mengedarkan pandang hingga tatapannya jatuh pada seorang gadis—yang duduk berselang dua kursi darinya— yang tengah fokus pada materi di pangkuannya.

Lantas, Jaehyuk mulai berpikir, haruskah ia menghampiri gadis itu?

"Hai~!" sapa Jaehyuk dengan ceria kala dirinya berhasil menempati posisi kosong di sisi gadis itu. Sedangkan yang disapa hanya melirik sekilas ke arahnya lalu kembali fokus pada materi di pangkuannya.

Jaehyuk yang merasa diabaikan tak kehabisan akal. Dirinya sudah dengan berani mengambil langkah untuk mendekat, maka balasan seperti ini harusnya tak menjadi alasan bagi dirinya untuk mundur dengan mudah.

"Sepatu lo bagus," tunjuk Jaehyuk pada sepatu yang kini dikenakan gadis di sampingnya dan entah pikiran dari mana bibirnya berceletuk seperti itu. Namun, karena berhasil mengalihkan perhatian si perempuan, Jaehyuk kembali melanjutkan, "we use the same shoes—with the same color— from the same brand anyway.

"Ah, iya." Rasi memberi respon seadanya. Ia diam-diam merutuki topik bodoh yang diangkat oleh lelaki di sampingnya ini.

"Mau ujian juga?" sama bodohnya ternyata :)

Beruntung, lelaki itu hanya mengangguk dan tak mencoba membahas lebih jauh topik yang barusan dirinya tanyakan.

"Relax, ujiannya gak semenakutkan itu, kok." Jaehyuk melempar senyum pada Rasi yang masih tegang—terlihat dari gerakan tangannya yang sibuk membolak-balik lembar materi di pangkuan tanpa benar-benar membacanya.

"Gue anak gapyear dan gue udah tau rasanya. Kalo lo bawa gugup, nanti lo gak bisa fokus ngerjain soal ujiannya dan itu malah bikin lo lebih panik nantinya. So, just relax dan yakin kalo lo bisa ngerjain semuanya dengan baik." kedua tangan Jaehyuk mengepal ke atas memberi semangat.

Namun, belum sempat perempuan itu membalas kalimat penenang yang dilontarkan oleh lelaki di sisinya, keduanya sudah diminta untuk memasuki ruang ujian masing-masing. Sesampainya di ambang pintu, perempuan itu menoleh ke arah Jaehyuk—yang juga tengah menatapnya. 

"Semangat dan good luck!" ucapnya pelan yang diangguki lelaki itu.

Setelahnya, keduanya masuk ke ruangan masing-masing dengan hati menghangat hingga akhirnya Jaehyuk maupun perempuan itu menyadari, mereka belum sempat saling mengenalkan diri.

๐Ÿ‘Ÿ๐Ÿ‘Ÿ

"Dunia beneran selebar daun kelor ternyata, haha." celetukan itu Rasi terima ketika dirinya duduk di meja yang sudah ditempati kelompok ospek fakultasnya. Matanya mencari sumber tawa itu hingga ia menemukan seorang lelaki—pemilik senyum indah yang ia temui sekitar tiga bulan lalu— tengah terkekeh kecil sambil menatapnya.

"Hai, Converse Girl!" tangan Jaehyuk melambai ke arah gadis yang sejak kemunculannya di meja mereka sudah berhasil ia kenali. 

"Masuk FISIP juga ternyata, ambil apa?"

Rasi menunjuk dirinya sendiri—merasa tidak yakin bahwa panggilan itu ditujukan padanya. Namun, respon yang ia terima hanya anggukan diiringi senyum lebar yang akhirnya juga ia balas dengan anggukan ragu. "Ilmu Komunikasi. Lo sendiri?" karena tak adil rasanya jika ia tak balik bertanya padahal lelaki ini selalu mencoba untuk memulai obrolan lebih dulu padanya.

"Hubungan Internasional." Rasi mengangguk mengerti. Bahkan sebenarnya sejak awal bertemu pandang dengan lelaki itu kembali, Rasi menyadari adanya aura menyenangkan yang melekat padanya.

"Kalo gitu, kita bisa sering-sering makan bareng di kantin nanti." Jaehyuk menyampaikan isi pikirannya yang langsung disetujui Rasi karena gadis itu merasa, tak ada salahnya berteman dengan lelaki pemilik  aura secerah mentari ini.

"Gue Yoon Jaehyuk dari prodi HI tahun 20XX, salam kenal!" Rasi tertawa dengan cara perkenalan lelaki yang barusan ia ketahui bernama Jaehyuk. Benar dugaannya, lelaki ini mampu membawa senyum bagi siapa saja yang ditemuinya—Rasi contohnya.

"Gue Rasi dari prodi Ilkom, salam kenal juga."

Saat itu, Jaehyuk belum menyadari bahwa Rasi—gadis yang Jaehyuk ingat sekali bagaimana cara berpakaiannya pun dengan ekspresi gugupnya kala itu— adalah gadis yang nantinya ia pahami bahwa kehadirannya memiliki makna tersendiri bagi seorang Yoon Jaehyuk.

๐Ÿ‘Ÿ๐Ÿ‘Ÿ

Empat tahun sudah Jaehyuk dan Rasi habiskan waktu mereka bersama dan kini tibalah waktu bagi mereka mempersiapkan sidang menuju wisuda. Sudah tak ada lagi drama menangisi tugas, mengerjakan tugas sambil ditemani bergelas-gelas kopi hitam, pun kekurangan jam tidur hingga ketiduran di kelas; keduanya sudah berhasil melewati semuanya dilandasi komitmen ingin wisuda bersama.

"Relax, Rasi. Lakuin aja kayak biasanya." Jaehyuk hari ini menemani Rasi untuk sidang skripsi karena Jaehyuk seribu persen yakin, gadis itu akan gugup hingga kebingungan jika tak ada yang mencoba menenangkannya. Bukannya Rasi tak memiliki teman atau semacamnya, namun Jaehyuk akan selalu menjadi opsi pertama yang akan Rasi hubungi jika ia merasa tak sanggup melewati semuanya sendiri sejak hari pertama. Jaehyuk pun tak keberatan. Ia senang jika dirinya dijadikan tempat bergantung bagi perempuan yang sudah menjabat menjadi sahabatnya sejak empat tahun terakhir.

"Kita 'kan tadi pagi udah latihan dan lo berhasil jawab pertanyaan yang gue kasih. Believe me, you can do it!"

Benar. Jaehyuk selalu menjadi sosok paling menenangkan bagi Rasi dan mungkin itu pula yang membuat Rasi seolah menggantungkan semua langkah yang akan diambilnya pada sosok sahabatnya itu.

"Udah, sana masuk." tangannya mendorong bahu Rasi pelan untuk memasuki ruangan, "Kalo lo berhasil, I'll give you a present."

Berulang kali menarik napas pelan, Rasi akhirnya masuk dengan langkah ringan sambil berharap, semua berjalan sesuai harapan.

๐Ÿ‘Ÿ๐Ÿ‘Ÿ

Rasi keluar dari ruang sidang dengan kepala tertunduk. Jaehyuk yang juga sebenarnya tak tenang setelah melepas Rasi memasuki ruangan segera berlari untuk menarik gadis itu masuk ke dalam dekapan.

"Gapapa.. gapapa. You've done really well, I appreciate you so much!" tangannya bergerak naik-turun mengusap punggung gadis dalam dekapan dengan harapan mampu memberi ketenangan.

"Jaehyuk.." panggil Rasi pelan.

"Iya, Rasi. Gapapa. Gue bakal temenin lo sidang lagi nanti, don't be worry about this."

"Jaehyuk.." lirih Rasi lagi.

"Iya, gue gak bakal kemana-mana. Gue bakal tetep disini, nemenin lo dan tepatin janji kalo kita bakal wisuda bareng." Jaehyuk semakin mengeratkan pelukannya kala dirasa Rasi mencoba melepaskan diri darinya. "Gapapa kalo mau nangis, mau marah, ataupun mau teriak. I'm all ears for you, always."

"Jaehyuk!" Rasi menyentak pelukannya hingga dekapan Jaehyuk yang sedari tadi terasa menyesakkan terlepas dari tubuhnya. "Gue berhasil."

"GUE BERHASIL, YOON JAEHYUK! THEY APPROVED MY SCRIPT DAN GUE BISA WISUDA BARENG LO!!!"

Jaehyuk terdiam selama beberapa detik hingga tubuhnya gantian dipeluk oleh gadis di hadapannya yang tengah tersenyum dengan wajah berlinang air mata.

Bahagia. Itu yang Jaehyuk rasakan ketika melihat senyum cerah itu terpancar di wajah sahabat tercintanya—eh, sahabat, ya?

"...dari lo!"

"HAH?" Jaehyuk tersadar dari perasaan bingungnya ketika bahunya diguncang kuat oleh Rasi yang kini menunjukkan senyum lebar padanya. 

"Gue mau tagih janji lo soal hadiah!" Rasi kembali berseru kala Jaehyuk tak kunjung merespon kalimatnya. 

"YOON JAEHYUK!"

"I love you.." lirih Jaehyuk yang masih mampu didengar Rasi.

"HAH?!" 

"I have love you since the first time I greeted you in front of the exam room. Lo dan sepatu converse putih yang sama-sama kita pake hari itu bikin gue mikir kalo bisa jadi itu cara Tuhan mempertemukan gue dengan jodoh gue. Dan lewat kelompok ospek, gedung fakultas juga kantin yang biasa kita pake buat menghabiskan waktu bareng bikin gue makin yakin kalo you're my soulmate, Rasi." Jaehyuk meraih bahu Rasi yang masih diam setelah mendengar kalimat panjang yang ia berikan.

"So, would you be mine?

Rasi masih diam menatap Jaehyuk yang menanti jawaban darinya. Jaehyuk yang merasa bahwa ini akan berakhir sia-sia mencoba mengalihkan topik, "Kalo lo gak suka hadiah yang ini, kita bisa cari hadiah—"

"I'm yours, Jaehyuk." Rasi dengan cepat memotong kalimat yang coba Jaehyuk sampaikan. Ia tak mau hadiah yang lain, ia hanya ingin Jaehyuk yang kini menjadi Jaehyuknya

Sedangkan Jaehyuk yang memang menantikan kalimat itu keluar dari bibir Rasi kini tersenyum cerah. Kini, Rasi telah menjadi Rasinya, miliknya. Dengan cepat ia kembali meraih gadis itu dalam dekapan hangatnya.

"Padahal kalo tadi lo nolak, mau gue ajak ke kantin aja sambil makan ayam geprek." canda Jaehyuk yang disusul tawa oleh keduanya.

FIN.

ib: back story from jaesahi :)




Komentar

Postingan Populer